Senin, 30 November 2009

Beban Lelaki Lebih Berat dari Beban Wanita? Kata Siapa?

LELAKI


Betapa beratnya menjadi seorang lelaki, diantaranya adalah seperti
berikut:

1. Lelaki bujangan menanggung dosa sendiri apabila sudah baligh,
    sementara dosa anak gadis ditanggung oleh bapanya.
2. Lelaki yang sudah berumah tangga menanggung dosa sendiri, dosa
    isteri, dosa anak perempuan yang belum pernah kawin dan dosa anak    lelaki yang belum baligh.
3. Hukum menjelaskan anak lelaki bertanggung- jawab atas ibunya dan
    sekiranya dia tidak menjalankan tanggungjawabnya maka dosa baginya,
   terutama anak lelaki yang tua, tetapi perempuan tidak, perempuan         hanya
    perlu taat kepada suaminya. Isteri berbuat baik kepadanya diberikan
    pahala kalau berbuat sebaliknya dosanya ditanggung oleh suaminya.
4. Suami wajib memberikan nafkah pada isteri, tapi isteri tidak.
   Walaupun begitu isteri boleh membantu. Haram bagi suami bertanya
   pendapatan isteri, lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan isteri tanpa izin ini
.
Banyak lagi…
Bayangkan betapa beratnya dosa-dosa yang harus ditanggung seperti gunung dengan semut. Itu sebabnya mengikut kalau kita kaji nyawa perempuan lebih panjang daripada lelaki. Lelaki mati cepat karena tak kuat dengan beratnya dosa-dosa yang ditanggung. Tetapi seorang lelaki ada keistimewaannya yang dianugerah oleh Allah SWT. Sebagai seorang lelaki pasti anda tahu, kalau tak tahu makanya jadi perempuan. Begitulah
kira-kiranya.

WANITA
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah, tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita kesaksianya kurang dibanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Pernahkah kita lihat sebaliknya??
Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak anak. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala malaikat dan seluruh makhluk ALLAH
di muka bumi ini, dan bila wafat kerana melahirkan adalah mati syahid. Manakala dosanya dosa kecil, dosanya diampun ALLAH .

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4
wanita ini :

1. Isterinya
2. Ibunya
3. Anak perempuannya
4. Saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita ditanggung oleh 4 orang lelaki ini :
1. Suaminya
2. Ayahnya
3. Anak lelakinya
4. Saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana pintu Syurga
yang disukainya cukup dgn 3 syarat saja:
- Shalat 5 waktu,
- Puasa di bulan Ramadhan,
- Taat pada suaminya dan menjaga kehormatannya. (betulkan kalau nggak salah).

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat
akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH…

Lihat betapa sayangnya ALLAH pada wanita ….
Sememangnya derajat Wanita dimuliakan dalam Islam

Read More “Beban Lelaki Lebih Berat dari Beban Wanita? Kata Siapa?”  »»

Perempuan Pilihan


Jika menetapkan pilihan adalah keniscayaan hidup maka adanya seleksi menjadi kausalitas dari proses memilih itu. Manusia secara  didaktis akan menyeleksi setiap substansi kehidupan di sekitarnya, termasuk diantaranya adalah melakukan seleksi untuk para perempuan. Mungkin kenyataan ini terlalu misoginis. Namun demikianlah adanya. Seleksi itu memilih perempuan terpilih untuk kemudian menjadi  perempuan pilihan.
Siapakah perempuan pilihan? Dia pernah hidup di sebuah peradaban dan memiliki kekhasan yang membedakan dengan perempuan-perempuan yang hidup di peradaban itu pada umumnya. Mungkin kebanyakan kita tidak mengenal nama Zanubiya. Buku 100 wanita pilihan menulis histori Ratu kerajaan Tadmur itu, sebuah kerajaan kecil di ranah Arab, dengan sangat mengagumkan. Kecerdasan, keberanian wibawa, kecantikan serta keibuannya memenuhi kualifikasi dia sebagai perempuan pilihan.

Perempuan-perempuan pilihan dalam sejarah Islam adalah representasi muslimah dengan kesuksesan perannya. Khadijah ra adalah profil tepat pendamping tokoh besar. Asma Binti Abu Bakar merupakan representasi aktifis perempuan Islam. Aisyah ra sebagai ilmuwan perempuan. Fatimah ra profil anak perempuan, Khansa ra profil mujahidah, Nusaibah adalah ra pejuang perempuan dan tabi’in terpilih lain yang mungkin sedikit bahkan tidak pernah tercatat dalam sejarah Islam.

Satu fakta cukup mengenaskan. Generasi tabi’in perempuan setelah nabi terus mengalami penurunan luar biasa kualitas biogratifnya. Hal ini berlanjut hingga sekarang. Ada apa dengan para muslimah? Salah satu anasirnya adalah penghargaan terbaik untuk perempuan di era nabawaiyah, setelah itu para muslimah banyak yang terjebak dalam polarisasi  nilai yang menyerang zaman ini cukup akut. Ada banyak tangan mempermainkan nilai, sistem bahkan ayat-ayat Al Qur’an sedemikian lihai.

Dipilih sebagai perempuan pilihan memang bukan ambisi kita. Dalam hidup ini kita harus dipilih oleh anak-anak kita dan suami kita. Biarlah biografi  kita hanya abadi di hati orang-orang terdekat kita, itu bukan sebuah masalah. Setidaknya, jika tangan ini tidak akan terhenti sampai mati,kelak anak-anak kita yang akan menyambung kesejarahan dalam diri kita.

Read More “Perempuan Pilihan”  »»